Sosial oleh: Al Ridwan™

Pemilu

Pemilu dari kata dasar pilu, yang artinya sangat sedih atau terharu. Pemilu berarti sesuatu atau seseorang yang membuat suasana menjadi sangat sedih, atau menjadi terharu karena keadaan yang dikondisikannya.

Islam Oleh: Al Ridwan™

Wali Songo

Islam masuk ke pulau Jawa dibawa oleh para pedagang Gujaraj, perkembangan islam waktu itu hanya sebatas di daerah pesisir atau pelabuhan dimana para pedagang Gujaraj tinggal, sebagian kecil pribumi di pesisir yang menikah dengan pedagang Gujaraj memeluk agama Islam.

Komputer Oleh: Al Ridwan™

Masalah Posting pada Blog

Artikel ini saya tuliskan bagi mereka yang mengalami kesulitan waktu posting. Posting yang kita lakukan, hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapan. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :

Cerita Misteri Oleh: Al Ridwan™

Candi Wayang

Langit cerah, udara sejuk terasa. Pemandangan yang indah yang dipenuhi dengan dedaunan hijau yang rimbun, daun padi yang mulai menguning mengiringi langka rombongan pemuda untuk mendaki ke Samiaji yang terdiri dari lima orang laki-laki dan satu perempuan.

Puisi Oleh: Al Ridwan™

Cinta Terpendam

Apakah engkau merasa
kalau asmara di dalam dadaku
sedang bergelora

Puisi Oleh: Al Ridwan™

Pernikahan

Wanita kurang mampu melindungi dirinya
tetapi lebih mampu menjaga perbuatannya
Lelaki lebih mampu melindungi dirinya
tetapi kurang mampu menjaga perbuatannya

Tutor Blog Oleh: Al Ridwan™

Mengubah Icon Blog

Sebagian blogger menginginkan Icon dari blognya (Paficon) sesuai dengan gambar mereka (bukan icon bawaan dari blogger). Icon tersebut dapat diganti dengan cara sebagai berikut :

Tutor Blog Oleh: Al Ridwan™

Posting Artikel Multi Kolom

Sebagian blogger menginginkan Icon dari blognya (Paficon) sesuai dengan gambar mereka (bukan icon bawaan dari blogger). Icon tersebut dapat diganti dengan cara sebagai berikut :

Berpolitik

Politik
• Adalah pengetahuan mengenai ketata negaraan atau kenegaraan
• Adalah suatu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan baik dalam    suatu masyarakat atau dalam suatu Negara yang berujung pada    pembuatan kebijakan atau keputusan, sebagai contoh pada pembuatan    peraturan-peraturan, hukum dan undang-undang


            Ketika politik adalah sebagai suatu usaha yang ditempuh seseorang atau golongan atau kelompok masyarakat atau partai tertentu untuk memperoleh kedudukan, kekuasaan semata dan dengan segala cara yang ditempuh tanpa memperhatikan semua anggota masyarakat atau rakyat, berpolitik yang seperti ini akan membawa kerugian bagi golongan lain, anggota masyarakat lain atau rakyat. Maka pelaku politik dianggap sebagai penindas, penjajah, momok atau musuh yang harus dilawan. Politik dianggap akan membawa sengsara bagi rakyat jelata. Hal ini dapat kita lihat pada demonstrasi-demonstrasi yang pernah terjadi di negeri ini.

            Rakyat merasa bahwa kehidupannya tidak dilindungi, taraf hidupnya tidak mengalami peningkatan, bahkan semakin miskin akibat perlakuan politik tersebut. Tahun berganti tahun terdapat kelulusan baru yang tidak tertampung oleh lapangan pekerjaan, kelulusan tahun yang lalupun belum dapat tertampung di tahun ini, sehingga pengangguran semakin banyak, sembilan bahan pokok bagi rakyat kecil tidak terjangkau karena harga yang terus naik, seringnya terjadi kelangkaan bahan bakar. Hal ini dianggap oleh rakyat sebagai akibat tindakan pelaku politik.

            Ketika politik adalah suatu usaha yang ditempuh oleh seseorang atau golongan atau kelompok masyarakat atau partai tertentu untuk mewujudkan kebaikan, kesejahteraan rakyat, peningkatan taraf hidup rakyat jelata (miskin), perbaikan moral serta akhlaq, kemajuan bangsa dan negara, tanpa mengedepankan seseorang, golongan atau partai tertentu, maka hal seperti ini akan dianggap oleh masyarakat atau rakyat sebagai suatu yang sangat didambahkan kehadirannya untuk dapat memakmurkan rakyat, untuk dapat meningkatkan taraf hidup rakyat yang menuju kesejahteraan bersama. Pelaku politik dianggap sebagai seorang figur yang diagungkan. Bagi rakyat, kiprah dari pelaku politik harus didukung, karena dianggap akan mensejahterahkan dan membawa kemakmuran bagi rakyat.

Ketika politik berpendapat :
“Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dalam politik” dengan menghalalkan segala cara. Pelaku politik dapat mejadi ular yang berkepala dua, pada suatu waktu tertentu dia menjilat kesini dan meludah kesana dan pada waktu yang lain pelaku politik meludah kesini dan menjilat kesana.

            Memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, tetapi atas seijin Allah, bukan dengan menghalalkan segala cara.



Artikel Lain Yang Terkait :


Komentar :

ada 0 komentar ke “Berpolitik”

Posting Komentar

Next previous home